Selasa, 15 Desember 2009

Tradisi Menyambut Tahun Baru Hijriyah

Tradisi Menyambut Kedatangan Tahun Baru Islam


Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin. Kelahirannya di dunia ini bertujuan, antara lain, menyempurnakan ajaran agama-agama smawai sebelumnya, yang mengajak umat manusia untuk berbuat baik dalam segala bidang kehidupannya, baik bidang sosial, budaya, keagamaan, politik, ekonomi dan sebagainya, demi kebahagiannya di akhirat kelak. Dalam tradisi dan sejarah agama-agama besar di dunia, penyampaian ajaran agama-gama tersebut dilakukan oleh para Nabi dan Rasul sebagi utusan Tuhan. Nabi dan Rasul tersebut mempunyai tugas yang cukup berat dalam penyampaian ajaran, sebab tak jarang menghadapi berbagai tantangan, hambatan bahkan pembunuhan yang diarahkan kepada sang penyampai tersebut. Salah seorang Nabi dan Rasul yang menjadi panutan umat Islam adalah Muhamad Saw.

Muhamad Saw, adalah seorang Nabi dan Rasul yang berasal dari bangsa Arab keturunan Qurays. Ia dilahirkan pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal/ April 571 M. Kelahirannya ke dunia awalnya mendapat sambutan luar biasa dari pihak keluarganya. Tapi kemudian ia mendapat siksaan, hinaan dan perlakuan tidak baik yang juga datang dari keluarganya sendiri. Kehadirannya disambut baik, karena dalam tradisi patriachat yang berlaku di dunia Arab, di mana garis keturunan dilihat dari pihak laki-laki, kehadiran seorang anak laki-laki sangat didambakan. Seorang anak laki-laki tidak hanya akan menjadi penerus trah keluaragnya, juga akan menjadi pejuang yang akan mempertahankan wilayah kekuasaan dan kelangsungan sukunya. Di sinilah letak pentingnya kehadiran Muhamad Saw sebagai anak manusia yang kemudian menjadi Nabi dan Rasul pilihan Allah.

Kehadiran Muhamad Saw kemudian, terutama setelah ia mendapat tugas dari Allah untuk menyampaika misi Islam kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya di kota Makah, banyak di antara keluarga dan sahabatnya yang mencemoohkan dan bahkan meninggalkan dirinya, tanpa mendapat bantuan dari pihak keluarga. Di sinilah awal peristiwa ketidaksenangan pihak-pihak tertentu, baik dari kalangan keluuarganya maupun dari para sahabatanya sendiri. Meskipun begitu, Rasul Muhamad Saw tetap tegar menyampaikan misi Islam, hingga akhirnya Islam dapat diterima di kalangan keluarga dan para sahabatnya, baik di Makah dan di Madinah. Penerimaan Islam sebagai sebuah agama baru dirasakan oleh sebagian kalangan yang tidak senang atas keberhasilan usaha dakwah Muhamad Saw, sebagai sebuah tantangan atau bahkan hambatan yang akan mengacaukan kepentingan-kepentingan kelompok status quo, yang tetap ingin mempertahankan tradisi lama mereka. Karena itu, dalam sejarah Islam banyak peristiwa konflik yang terjadi di antara para sahabat Nabi Muhamad dengan para penentang syi’ar Islam. Peristiwa konflik tersebut tidak menjadikan Nabi Muhamad dan umat Islam surut dalam menyebarkan ajaran Islam. Nabi Muhamad dan umat Islam terus berjuang keras untuk memperkenalkan ajaran Islam itu ke tengah-tengah masyarakat Arab, baik raja maupun rakyat jelata. Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Pada masa Nabi Muhamad Saw, kota Makah dan Madinah menjadi dua kota besar yang berada di bawah kekuasaan Islam. Dari sinilah kemudian Islam tersebar ke berbagai negara pada masa-masa sesudahnya. Kesemuanya itu adalah hasil jerih payah perjuangan Nabi Muhamad Saw bersama para sahabatnya.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam yang mengidolakan, bukan mengkultuskan Nabi Muhamad Saw, berkewajiban terus memperingati hari kelahiran Nabi Muhamad Saw, yang biasa jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Peringatan ini bukan bertujuan untuk mengkultuskan Nabi Muhamad Saw, sebab dalam ajaran Islam tidak dikenal istilah dan praktik tersebut. Hari kelahirian Nabi Muhamad (Maulud) penting diperingati agar umat Islam tidak melupakan jasa-jasa beliau dalam memperjuangkan kebenaran di jalan Allah.