Kamis, 18 Desember 2008

Bambu dan Nasi Jepang: Pelajaran Berharga dari Negeri Sakura

Ketika salah seorang pemandu menjelaskan pada kami bahwa rumpun bambu Jepang berbeda dengan rumpun bambu di Indonesia, kami agak terkejut. Karena, pikiran yang terbesit di benak kami, bambu ya bambu, tidak ada perbedaannya. Ibu Furusawa, begitu nama pemandu kami, lebih jauh menjelaskan jika rumpun bambu di Indonesia memiliki akar serabut dan terdiri dari bambu utama dan anak-anak bambu yang hidup di sekitarnya, maka bambu Jepang beridiri sendiri. Ia mandiri dan tumbuh besar sendiri. Ternyata pohon bambu ini memiliki filosofi tersendiri bahwa orang Jepang bisa hidup mandiri tanpa banyak bergantung pada orang lain. Kemandirian masyarakat Jepang ini dibuktikan dengan keberhasilan bangsa ini menjadi bangsa merdeka, tanpa bergantung pada bangsa lain. Bangsa ini menjadi besar karena mereka mau bekerja keras untuk membangun negeri. Egois kelihatannya. Tetapi itulah kenyataan bahwa kemandirian dan kemajuan bangsa Jepang bukan karena ketergantungan dengan bangsa lain, lebih karena usaha dan kerja keras mereka.

Hal ini berbeda dengan pohon bambu di Indonesia. Pohon bambu memiliki banyak akar dan anak. Tetapi banyak yang tidak lurus, bahkan bila dipisah, ia akan tumbuh seperti induknya. Selalu bersama dan beranak pinak di situ. Ini juga memiliki makna bahwa bangsa Indonesia seperti bambu itu. Ia tampak kelihatan kuat, tapi kurang mandiri.

Hal menarik juga dapat dipelajari dari nasi Jepang. Kalau kita makan nasi Jepang, rasanya enak, pulen dan nasinya menyatu. Tidak terpisah bila dimakan dengan menggunakan sumpit. Nasi Jepang, ketika diangkat untuk dimasukkan ke mulut menggunakan sumpit, ia dapat diangkat dan dimasukkan ke mulut untuk dimakan. Tetapi, nasi Indonesia jika akan dimakan dengan menggunakan sumpit, agak susah atau bahkan tidak bisa diangkat pakai sumpit. Lebih sering berantakan ketika akan dimakan.

Lagi-lagi, ada kawan yang bilang. Itulah nasi Jepang. Nasinya saja pulen dan bersatu serta enak dimakan. Masyarakat Jepang dapat dan selalu bersatu untuk memajukan bangsa dan negaranya. Wallahua'lam.