Networking dan Fundrising:
Upaya Menjawab Tantangan Pengembangan Kelembagaan
Dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi.
Oleh : Murodi*
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) merupakan salah satu fakultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta, yang terus mencoba melakukan pembenahan untuk pengem¬bangan dalam berbagai hal agar ke depan mampu memberikan ja¬waban terhadap ber¬bagai persoalan yang muncul di tengah-tengah masyrakat sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari era global seperti sekarang ini. Oleh karena itu, semua unsur di ling¬kungan fakultas diharapkan mampu mem¬berikan kontribusi bagi perwujudan upaya tersebut.
Sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Dakwah dan Ko-munikasi (FDK) UIN Jakarta bahwa rencana pengembangan fakultas ke depan diarahkan pada penciptaan fakultas yang menunjang terwujudnya UIN sebagai research university dan world scass university, sebuah pencapaian yang ditandai dengan keunggulan-keungulan kompetitif berskala nasional dan internasional. Proyeksi UIN Jakarta untuk menjadi re¬search university dan world calss university, semakin lebar seiring dengan perubahan sta¬tus lembaga dari institut menjadi universitas. Dalam konteks abad ke-21, proyeksi UIN dihadapkan pada tan¬tang¬an dan peluang yang menandai perubahan-perubahan cepat dalam berbagai bi¬dang, baik pada level nasional maupun global. Pemanfaatan peluang dan tan¬tangan tersebut sangat tergantung pada kemampuan UIN Jakarta dalam me¬ma¬inkan perannya sebagai universitas riset di tingkat dunia internasional.
Dalam visi UIN 2010, UIN Jakarta harus berperan sebagai lembaga yang mampu men¬dorong terciptanya masyarakat yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan per¬a¬daban, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Secara nasion¬al UIN Jakarta diharapkan menjadi narasumber keilmuan, moralitas dan kebang¬saan. UIN Jakarta har¬us memberikan kontribusi konkret dalam penyediaan te¬na¬ga terampil, terdidik dan mempunyai integritas moral dan kesadaran ke¬bang¬sa¬an yang tinggi. Secara global, UIN Jakarta dapat ikut serta dalam mendorong ter¬ciptanya peradaban dunia yang adil, yang sementara ini masih didominasi oleh negara-negara besar tertentu, terutama dalam pen¬ciptaan dan pencitraan pera¬daban dunia, sehingga dirasakan oleh kalangan negara atau bangsa lain kurang adil. Untuk mencapai tujuan tersebut, UIN Jakarta harus mam¬pu meng¬iden¬tifi¬kasi potensi, kekuatan, dan kelemahannya. Dengan demikian, program pe¬ngem¬bangan untuk mewujudkan cita-cita sebagai research university dan world calss uni¬versity serta fakultas riset dapat dirumuskan secara sistematis dan strategis.
Sebagai salah satu fakultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta, Fakultas Dak¬wah dan Komunikasi memiliki tanggungjawab untuk mewujudkan visi tersebut. Dalam konteks ini, FDK harus memiliki program-program yang secara langsung mendukung program-program UIN Jakarta. Dalam kata lain, FDK juga harus menjadi fakultas riset. Untuk itu, perlu dirumuskan program-program strategis yang mengarah terwujudnya cita-cita be¬sar ini, agar tuntutan dan harapan ma¬syarakat dapat terjawab.
FDK : Tantangan dan Harapan
FDK sebagai salah satu fa¬kultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta yang memiliki tu¬gas dan tang¬gung¬jawab yang sa¬ngat besar dalam mewujudkan visi dan misi UIN Ja¬kar¬ta pada 2010. Untuk me¬wu¬jud¬kan keinginan tersebut, FDK harus bekerjas keras dan te¬rus melakukan upaya pem¬be¬nahan dan pengembangan dalam berbagai bi¬dang. Dalam konteks pengembangan fa¬kultas, terdapat beberapa hal penting yang perlu dijelaskan di sini. Pertama, adanya fe¬nomena tuntutan dan harapan masya¬rakat yang cukup besar ter¬hadap FDK, agar lem¬baga pendidikan ini mampu menghasilkan sarjana muslim yang profesional dalam bi¬dang ilmu dakwah, dan keilmuan lainnya, sesuai dengan kebu¬tuh¬an dan perkembangan masyarakat. Kedua, adanya tuntutan masyarakat sebagai peng¬gu¬na jasa akan variasi program studi yang ditawarkan FDK. Hal ini didasari atas kenya¬ta¬an bahwa hampir se¬mua lembaga pendidikan menengah atas (MA, SMA) memiliki ber¬bagai bidang ke¬il¬muan, seperti bahasa, agama, dan IPA. Pengelompokkan bidang ke¬il¬muan ini menuntut FDK menyiapkan prodi yang bervariasi juga. Dengan cara seperti ini, diharapkan DFK dapat menawarkan produk yang sesuai dan selaras dengan ke¬inginan dan tuntutan ma¬syarakat. Ketiga, adanya fenomena makin bertambah¬nya peng¬angguran terdidik dari tahun ke tahun, yang pada gilirannya muncul berbagai kritik masyarakat yang mem¬per¬tanyakan kredibiltas lembaga-lemaga pendidikan tinggi di ta¬nah air. Adanya keraguan masyarakat atas kemampuan perguruan tinggi dalam negeri untuk menghasilkan lu¬lus¬an yang memiliki kua¬litas berpikir yang handal, berkrepidian yang mandiri, kreatif, ino¬vatif dan de¬mokratis. Dengan kata lain, perguruan tinggi di In¬donesia masih belum mampu mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan se¬kaligus siap pakai. Da¬lam waktu yang sama, banyak perguruan tinggi ternama di dunia membuka cabang di Indonesia. Kehadiran PT internasional ini merupakan tantangan, ti¬dak hanya bagi PT lain di Indonesia, juga bagi UIN dan khususnya FDK. Oleh karena itu, untuk menjawab berbagai tantangan tersebut FDK harus berbenah diri un¬tuk mem-bangun keunggulan spesifik dengan mengembangan berbagai prodi unggulan yang a-gar mampu bersiang dengan PT lain.
Karena itu, pengembangan FDK menjadi fakultas riset yang unggul dan kompetetif ti-dak hanya ditujukan untuk mengembangkan jurusan/prodi serta konsentrasi yang me¬ngajarkan ilmu agama saja, melainkan juga ilmu-ilmu um¬um (ilmu Sosial dan Hum¬a¬niora). Melalui integrasi ilmu agama dan ilmu umum, pengembangan FDK dutujukan untuk menghilangkan dikotomi keilmuan dan membangun kembali struktur keilmuan yang sesuai dengan semangat Islam. Pengintegrasian ilmu tersebut juga bermaksud me¬ngatasi kelemahan ilmu aga¬ma maupun ilmu-ilmu umum serta merancang sebuah sis¬tem keilmuan yang komprehensif dan sistematis.
Arah pengembangan FDK pada kali ini ditujukan pada upaya pemantapan kurikulum program studi berbasis kompetensi (KBK); seperti restrukturisasi kurikulum prodi ber¬basis kompetensi, peningkatan penerapan SKS dalam proses perkuliahan, pem¬bu¬atan BCO dan Satuan Perkuliahan.
Restrukturisasi atau revisi kurikulum sudah dilakuan pada 2004/2005 lalu, se¬hingga ti¬dak ada lagi penambahan MK baru di luar yang sudah disepakati ber¬sama dalam be¬be¬rapa kali pertemuan yang menghasilkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Kalau tidak dapat dihindari adanya kemungkinan terjadinya perubahan, maka itu berlaku un¬tuk mahasiswa baru. Sementara untuk pene¬rap¬an SKS diharapkan tidak melebihi batas antara 144 SKS hingga 150 SKS, seperti juga sudah disepakati bersama pa¬da periode se¬belumnya. Di antara kesepa¬kat¬an tersebut dan sudah diberlaku¬kan di FDK adalah bah¬wa setiap prodi rata-rata setiap menawarkan 144-147 SKS. Keputusan ini diperkuat oleh adanya keinginan pihak universitas agar mem¬per¬kecil jumlah mata kuliah dan mem¬per¬besar jum¬lah SKS setiap mata kuliah. Tu¬juannya, agar mahasiswa tidak terbebani de¬ng¬an jumlah mata kuliah yang be¬gitu banyak, sehingga mereka bisa me¬nye¬le¬sai¬kan tepat waktu. Selain itu, pem¬bobotan mata kuliah-mata kuliah, misalnya se¬tiap mata kuliah 3 sks, diharapkan 1 sks ada praktikum yang dapat menambah wa¬wasan dan keterampilan maha¬siswa. De¬ngan keterampilan yang dimiliki, diha¬rapkan tidak ada lagi keraguan ma¬sya¬ra¬kat mengenai kualitas PT dan alum¬ni¬nya.
Sedang untuk Baseline Course outline (BCO) atau silabus ditujukan bagi mata ku¬liah-mata kuliah yang belum memiliki BCO. Selama ini, tampaknya masih ter¬dapat mata kuliah yang belum memiliki silabus, sehingga dosen ketika mau mengajar tidak tahu apa yang akan disampaikan dalam perkuliahan. Maka tak heran bila para dosen berdasarkan kre¬atifitasnya membuat sendiri silabus mata kuliah yang akan diampunya. Dalam konteks ini, upaya pengembangan FDK sengaja diarahkan pada pembuatan BCO dan SAP yang nantinya akan dijadikan pedoman pengajaran. Bila terjadi revisi terhadap silabus yang sudha ada, maka diharapkan mengacu pada kebijakan universitas dan fakultas, ter¬uta¬ma pada tingkat kesulitan yang ada. Revisi silabus diharapkan ada penjelasan secara le¬bih rinci setiap item atau topik yang akan disampaikan dalam perkulihana. Misal¬nya, topik pertama berbicara tentang komunikasi atau manajemen, dan lain-lain, diharapkan di dalamnya terdapat deskripsi tentang pengertian, tujuan, dan lain-lain, serta apa saja referensinya, di mana sumber itu bisa diperoleh dan halaman berapa. Hal ini bertujuan agar dosen dan mahasiswa mudah mengakses data dan informasi mengenai topik yang akan dibicarakan.
Network kelembagaan dan Dunia Kerja :
Harapan Masa Depan
Untuk menjawab semua keinginan dan harapan masyarakat, terutama para a¬lumni, FD¬K telah melakukan hubungan kerjasama dengan beberapa lembaga terkait untuk me¬ningkatkan pengetahuan dan kualitas keterampilan para ma¬ha¬siswa, di antaranya hu¬bungan kerjasama dengan MCGill University, Canada, George Washington Univer¬sity, USA, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STK¬S) Bandung, UNPAD (Universitas Padja¬djaran), Bandung, UI (Universitas In¬do¬nesia), Jakarta, bahkan kini tengah memper¬siap¬kan kerjasama antar fakultas di UIN Jakarta, yang diharapkan dapat menghasilkan gelar sarjana ganda (double degree), antara FDK (Fakultas Dakwah dan Komunikasi) dengan FTIK (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan) dalam bidang BKI (Bimbingan dan Kon¬se¬ling Is¬lam), dan Fakultas Psikologi. Sementara dalam bidang ilmu komunikasi, FDK te¬ngah mempersiapkan konsep kerjasama di bidang komunikasi terapan dengan Fakul¬tas Sains dan Teknologi UIN Jakarta, dan untuk penguatan ilmu mana¬je¬men, FDK teng¬ah mempersiapkan konsep kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial.
Selain itu, FDK juga telah melakukan hubungan kerjasama dengan Departemen Sosial (Depsos), untuk melakukan berbagai kegiatan program yang berkaitan dengan per¬so¬al¬an-persoalan sosial di masyarakat, seperti melakukan penelitian, pelatihan, pener¬bit¬an, dan lain-lain. Selain itu, FDK juga akan mempersiapkan tenaga ahli dalam bidang Kes¬sos untuk dididik menjadi tenaga volunter yang akan diterjunkan di tengah-tengah ma¬syarakat yang membutuhkan, dan lain-lain. Selain Depsos, FDK juga telah melakukan hubungan kerjasama dengan Depkominfo, dan beberapa departemen teknis lainnya.
Sedang untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, FDK telah mela¬kukan kerjasama (MoU) dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat, seperti Lem¬ba¬ga Masyarakat Mandiri Domper Dhu’afa, Dewan Masjid In donesia (DMI), Harian Rak¬yat Merdeka Group, Kantor Urusan Haji ( KUH) DKI Jakarta, Ikatan Da’iIndonesia ( Ika¬di), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Jakarta Islamic Center (JIC), Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI) Jakarta, dan lain sebagainya. Kesemua kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan SDM yang memiliki keterampilan di bidang masing-masing, sesuai dengan bakat dan kepe¬minatan masing-masing mahasiswa dan alumni, selain untuk meniti karier bagi para mahasiswa dan alumni.
Selain itu, FDK tengah merancang sebuah program khusus dengan MUI untuk meng-adakan program Pendidikan Kader Da’i. Program ini akan dirancang untuk mendidik para kader da’i untuk jenjang pendidikan strata satu (S1). Sedang untuk program Dip¬loma 1 (D1) kerjasama FDK dengan Dewan Masjid Indonesia propinsi DKI Jakarta. Bah¬kan dalam waktu dekat, rencananya tanggal 20 Juni 2007 FDK akan mengadakan ker¬ja¬sama dengan UNHCR-Yayasan PULIH untuk menanggulangi masalah-masalah sosial, terutama masalah pengungsi dari negara-negara yang tengah dilanda konflik, seperti Irak, Palestina, Maroko, Bangladesh, Pakistan, Afghanistan, Kongo, dan lain-lain. Ker¬ja¬sama ini diharapkan dapat menjadi saarana atau fasilitas bagi para alumni untuk me¬nerapkan ilmu pengetahuan dan berbagai keterampilan yang diperoleh ketika duduk di bangku kuliah pada FDK UIN Jakarta.
Untuk melaksanakan semua hasil kerjasama tersebut, FDK telah mendirikan lembaga-lembaga otonom tingkat fakultas, seperti P2KM (Pusat Pengkajian Ko¬munikasi dan Me-dia), PPKS (Pusat Pengkajian Kesejahteraan Sosial), P3ID (Pusat Pengkajian dan Pe-ngembangan Il¬mu Dakwah), PPDKM(Pusat Pengkajian Dak¬wah dan Kesehatan Masya-rakat), LAZIS (Lem¬baga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah), dan Baitul Mal Wattamwil. Kehadiran lem¬baga-lem¬baga ini diharapkan da¬pat membantu semua pihak, terutama civitas aka¬de¬mika FDK UIN Jakarta, dalam me¬ningkat¬kan wa¬wasan pengetahuan dan keterampilan, sehingga nantinya, baik maha¬sis¬wa mau¬pun dosen, dapat memainkan peran aktifnya di tengah-tengah ma¬sya¬ra¬kat, baik masyarakat kampus maupun masyarakat luar kampus.
Dengan cara seperti ini, diharapkan ke depan FDK UIN Jakarta, mampu memberikan jawaban atas berbagai tuntutan masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan sekaligus sebagai stakeholders pendidikan tinggi.
Demikian,
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
SAMBUTAN
DEKAN FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
PADA WORKSHOP
PENGEMBANGAN FAKULTAS
WISMA SYAHIDA, 23 AGUSTUS 2006
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Salah satu upaya yang kini tengah dilakukan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) melakukan pembenahan dan penataan administrasi umum, keuangan dan akademik agar lebih baik lagi. Hal ini dianggap penting mengingat tantangan-tantangan ke depan lebih dahsyat. Dalam konteks pembenahan adminsitrasi dan ketenagaan adalah melakukan merupakan salah satu fakultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta, yang terus mencoba melakukan pembenahan untuk pengembangan dalam berbagai hal agar ke depan mampu memberikan ja¬waban terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah-tengah masyrakat sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari era global seperti sekarang ini. Oleh karena itu, semua unsur di lingkungan fakultas diharapkan mampu mem¬berikan kontribusi bagi perwujudan upaya tersebut.
Sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Dakwah dan Ko-munikasi (FDK) UIN Jakarta bahwa rencana pengembangan fakultas ke depan diarahkan pada penciptaan fakultas yang menunjang terwujudnya UIN sebagai research university dan world scass university, sebuah pencapaian yang ditandai dengan keunggulan-keungulan kompetitif berskala nasional dan internasional. Proyeksi UIN Jakarta untuk menjadi research university dan world calss university, semakin lebar seiring dengan perubahan status lembaga dari institut menjadi universitas. Dalam konteks abad ke-21, proyeksi UIN dihadapkan pada tan¬tang¬an dan peluang yang menandai perubahan-perubahan cepat dalam berbagai bi¬dang, baik pada level nasional maupun global. Pemanfaatan peluang dan tan¬tangan tersebut sangat tergantung pada kemampuan UIN Jakarta dalam me¬ma¬inkan perannya sebagai universitas riset di tingkat dunia internasional.
Dalam visi UIN 2010, UIN Jakarta harus berperan sebagai lembaga yang mampu mendorong terciptanya masyarakat yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan peradaban, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Secara nasion¬al UIN Jakarta diharapkan menjadi narasumber keilmuan, moralitas dan kebang¬saan. UIN Jakarta harus memberikan kontribusi konkret dalam penyediaan te¬na¬ga terampil, terdidik dan mempunyai integritas moral dan kesadaran ke¬bang¬sa¬an yang tinggi. Secara global, UIN Jakarta dapat ikut serta dalam mendorong ter¬ciptanya peradaban dunia yang adil, yang sementara ini masih didominasi oleh negara-negara besar tertentu, terutama dalam penciptaan dan pencitraan pera¬daban dunia, sehingga dirasakan oleh kalangan negara atau bangsa lain kurang adil. Untuk mencapai tujuan tersebut, UIN Jakarta harus mampu meng¬iden¬tifi¬kasi potensi, kekuatan, dan kelemahannya. Dengan demikian, program pengem¬bangan untuk mewujudkan cita-cita sebagai research university dan world calss university serta fakultas riset dapat dirumuskan secara sistematis dan strategis.
Sebagai salah satu fakultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta, Fakultas Dak¬wah dan Komunikasi memiliki tanggungjawab untuk mewujudkan visi tersebut. Dalam konteks ini, FDK harus memiliki program-program yang secara langsung mendukung program-program UIN Jakarta. Dalam kata lain, FDK juga harus menjadi fakultas riset. Untuk itu, perlu dirumuskan program-program strategis yang mengarah terwujudnya cita-cita besar ini, agar tuntutan dan harapan ma¬syarakat dapat terjawab.
FDK : Tantangan dan Harapan
Seperti ditegaskan pada bagian terdahulu bahwa FDK merupakan salah satu fa¬kultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta yang memiliki tugas dan tang¬gung¬jawab yang sangat besar dalam mewujudkan visi dan misi UIN Jakarta pada 2010. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, FDK harus bekerjas keras dan te¬rus melakukan upaya pembenahan dan pengembangan dalam berbagai bi¬dang. Dalam konteks pengembangan fakultas, terdapat beberapa hal penting yang perlu dijelaskan di sini. Pertama, adanya fenomena tuntutan dan arapan masya¬rakat yang cukup besar terhadap FDK, agar lembaga pendidikan ini mampu menghasilkan sarjana muslim yang profesional dalam bidang ilmu dakwah, dan keilmuan lainnya, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Kedua, adanya tuntutan masyarakat sebagai pengguna jasa akan variasi program studi yang ditawarkan FDK. Hal ini didasari atas kenyataan bahwa hampir se¬mua lembaga pendidikan menengah atas (MA, SMA) memiliki berbagai bidang keilmuan, seperti bahasa, agama, dan IPA. Pengelompokkan bidang keilmuan ini menuntut FDK menyiapkan prodi yang bervariasi juga. Dengan cara seperti ini, diharapkan DFK dapat menawarkan produk yang sesuai dan selaras dengan keinginan dan tuntutan masyarakat. Ketiga,adanya fenomena makin bertambah¬nya pengangguran terdidik dari tahun ke tahun, yang pada gilirannya muncul berbagai kritik masyarakat yang mempertanyakan kredibiltas lembaga-lemaga pendidikan tinggi di tanah air. Adanya keraguan masyarakat atas kemampuan perguruan tinggi dalam negeri untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kua¬litas berpikir yang handal, berkrepidian yang mandiri, kreatif, inovatif dan de¬mokratis. Dengan kata lain, perguruan tinggi di Indonesia masih belum mampu mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan sekaligus siap pakai. Da¬lam waktu yang sama, banyak perguruan tinggi ternama di dunia membuka cabang di Indonesia. Kehadiran PT internasional ini merupakan tantangan, tidak hanya bagi PT lain di Indonesia, juga bagi UIN dan khususnya FDK. Oleh karena itu, untuk menjawab berbagai tantangan tersebut FDK harus berbenah diri un¬tuk membangun keunggulan spesifik dengan mengembangan berbagai prodi unggulan yang agar mampu bersiang dengan PT lain.
Oleh karena itu, pengembangan FDK menjadi fakultas riset yang unggul dan kompetetif tidak hanya ditujukan untuk mengembangkan jurusan/prodi serta konsentrasi yang mengajarkan ilmu agama saja, melainkan juga ilmu-ilmu um¬um (ilmu Sosial dan Humaniora). Melalui integrasi ilmu agama dan ilmu umum, pengembangan FDK dutujukan untuk menghilangkan dikotomi keilmuan dan membangun kembali struktur keilmuan yang sesuai dengan semangat Islam. Pengintegrasian ilmu tersebut juga bermaksud mengatasi kelemahan ilmu aga¬ma maupun ilmu-ilmu umum serta merancang sebuah sistem keilmuan yang komprehensif dan sistematis.
Arah pengembangan FDK pada kali ini ditujukan pada upaya pemantapan kurikulum program studi berbasis kompetensi (KBK); seperti restrukturisasi kurikulum prodi berbasis kompetensi, peningkatan penerapan SKS dalam proses perkuliahan, pembuatan BCO dan Satuan Perkuliahan.
Restrukturisasi atau revisi kurikulum sudah dilakuan pada 2004/2005 lalu, se¬hingga tidak ada lagi penambahan MK baru di luar yang sudah disepakati ber¬sama dalam beberapa kali pertemuan yang menghasilkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Kalau tidak dapat dihindari adanya kemungkinan terjadinya perubahan, maka itu berlaku untuk mahasiswa baru. Sementara untuk pene¬rap¬an SKS diharapkan tidak melebihi batas antara 144 SKS hingga 150 SKS, seperti juga sudah disepakati bersama pa¬da periode sebeLumnya. Di antara kesepa¬kat¬an tersebut dan sudah diberlaku¬kan di FDK adalah bahwa setiap prodi rata-rata setiap menawarkan 144-147 SKS. Keputusan ini diperkuat oleh adanya keinginan pihak universitas agar mem¬per¬kecil jumlah mata kuliah dan memperbesar jum¬lah SKS setiap mata kuliah. Tu¬juannya, agar mahasiswa tidak terbebani de¬ngan jumlah mata kuliah yang be¬gitu banyak, sehingga mereka bisa me¬nye¬le¬sai¬kan tepat waktu. Selain itu, pem¬bobotan mata kuliah-mata kuliah, misalnya se¬tiap mata kuliah 3 sks, diharapkan 1 sks ada praktikum yang dapat menambah wa¬wasan dan keterampilan maha¬siswa. De¬ngan keterampilan yang dimiliki, diha¬rapkan tidak ada lagi keraguan ma¬sya¬ra¬kat mengenai kualitas PT dan alum¬ni¬nya.
Sedang untuk Baseline Course outline (BCO) atau silabus ditujukan bagi mata ku¬liah-mata kuliah yang belum memiliki BCO. Selama ini, tampaknya masih ter¬dapat mata kuliah yang belum memiliki silabus, sehingga dosen ketika mau mengajar tidak tahu apa yang akan disampaikan dalam perkuliahan. Maka tak heran bila para dosen berdasarkan kreatifitasnya membuat sendiri silabus mata kuliah yang akan diampunya. Dalam konteks ini, upaya pengembangan FDK sengaja diarahkan pada pembuatan BCO dan SAP yang nantinya akan dijadikan pedoman pengajaran. Bila terjadi revisi terhadap silabus yang sudha ada, maka diharapkan mengacu pada kebijakan universitas dan fakultas, terutama pada tingkat kesulitan yang ada. Revisi silabus diharapkan ada penjelasan secara lebih rinci setiap item atau topik yang akan disampaikan dalam perkulihana. Misal¬nya, topik pertama berbicara tentang komunikasi atau manajemen, dan lain-lain, diharapkan di dalamnya terdapat deskripsi tentang pengertian, tujuan, dan lain-lain, serta apa saja referensinya, di mana sumber itu bisa diperoleh dan halaman berapa. Hal ini bertujuan agar dosen dan mahasiswa mudah mengakses data dan informasi mengenai topik yang akan dibicarakan.
Demikian, sambutan ini disampaikan, selamat berworkshop.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.